Dongeng Setetes Air

Air hujan turun membasahi bukit. Mengalir melintasi tebing dan selokan sempit. Sesekali menabrak batu dan akar pohon yang menjuntai. Membawa bersama partikel hidrogen dan oksigen. Menyelisihi daun kering yang jatuh ke bumi sambil berbisik, “Aku akan membuatmu segar kembali setelah angin dan waktu membuatmu letih.”. Ia terus mengalir dan mengalir hingga bertemu “kawan” lain. Membentuk aliran ke hilir hingga menjadi sungai yang mengalir ke laut.

Dengan segala kerendahan hati untuk terus mengalir ke tempat yang lebih rendah, air telah menghidupkan bumi setelah kering. Membasuh dan membawa harapan baru untuk segenap mahluk. Dalam keadaan ini sang sumber kehidupan memiliki kelembutan dan kekuatan sekaligus. Sang Pencipta Tertinggi telah memberinya kekuatan untuk bergerak menerobos celah sempit, meluncur jatuh, membentuk aliran sungai, atau tetap diam di atas bumi dan menjadi danau.

Dengan hanya tetesan, ia mampu melubangi batu dan memecahnya. Meski memakan waktu yang tidak sebentar. Namun sekeras apapun batu itu ia tetap bisa melakukannya. Bermula dari setetes saja. Terus menerus. Setetes demi setetes. Hingga batu berlubang, retak dan terbelah. Saat tetesan berhenti, batu tak lagi tertandai.

Pertahankanlah setetes demi setetes impianmu sayang…
Untuk melukis langit, mengukir bumi..
Menggapai langit, memijak bumi..
Marilah sayang..
Mari meneguk air musim hujan ini,
Dari gelas kelopak bunga kangkung,
Dan menenangkan jiwa, dengan gerimis nada-nada ,
Curahan simfoni burung-burung yang berkicauan,
dan berkelana riang dalam bayu mengasyikkan..

Karena aku suka aku posting di blog aku…dengan seizin yang punya
sumber: http://www.fahmis.co.cc/2007/01/dongeng-setetes-air.html

~ oleh nebulagame pada Oktober 25, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: